Opini

11 Janji Pemerintah Jokowi untuk Papua

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Seorang bapak di Pegunungan Intan Jaya, Papua, mengenakan kaos bergambar Jokowi. Foto: Basil Triharyanto/Honai Center

Dalam waktu kurang dari satu tahun, Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah mengunjungi Papua sebanyak tiga kali, diantaranya pada 5 April 2014 dalam kampanye PDIP di Lapangan PTC, Entrop, Jayapura. Ia menyatakan sumber daya manusia mesti disiapkan untuk mewujudkan pelayanan kesehatan dan pendidikan yang baik.

Kunjungan keduanya pada Perayaan Natal, 27 Desember 2014 di Jayapura yang diharapkan akan memberikan respon atas peristiwa penembakan empat pelajar di Paniai pada 8 Desember 2014. Namun respon pemerintah dan aparat keamanan datar-datar saja. Tim investigasi dibentuk oleh Polri tetapi perjalannya kurang menjawab harapan publik yang besar akan pengungkapan kausus pelanggarah hukum tersebut.

Kunjungan ketiga Presiden Jokowi pada 10 Mei 2015. Jokowi memberikan grasi pada lima tahanan politik di Lapas Abepura, Jayapura dan mengijinkan jurnalis asing masuk ke Papua. Dalam kunjungan ini Jokowi pergi ke Merauke. Ia juga meresmikan proyek jaringan tulang pungung Pitalebar serat optik atau yang dikenal dengan Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) di Manokwari, Papua Barat.

Dalam kunjungan tersebut ada beberapa janji pembangunan yang disampaikan Presiden Jokowi kepada rakyat Papua. Berikut janji-janji Pemerintahan Jokowi yang dihimpun dari berbagai sumber.

1. Sejahterakan Tentara dan Guru di Perbatasan

Jokowi berujar, “Untuk prajurit yang berada di wilayah perbatasan baik yang ada di Kalimantan, baik yang ada di Timur, sebaiknya diberikan intensif khusus. Diberikan kesejahteraan yang khusus, karena medannya memang berat. Jangan dibandingkan yang di Jawa dengan yang di Papua. ….Saya kira semuanya yang berada di perbatasan akan kita perhatikan, termasuk guru dan ekonominya. Ini masalah kebanggaan.”

2. Bebaskan Pengangguran

Jokowi berujar “Di Papua, yang namanya sumber daya alam itu melimpah ruah dan banyak sekali. Jangan sampai SDA itu dibawa dari sini ke sana. Oleh sebab itu ke depan kita mau agar SDA itu dikerjakan tapi dikelola juga di sini, sehingga akan membuka lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya. Sehingga tidak ada lagi yang nganggur. Jangan dibawa dari sini ke luar dalam bentuk mentah. Dapat apa yang di sini, kalau pabriknya dibuat di sini, uangnya mutar di sini. Semakin banyak uang yang mutar di Papua masyarakatnya akan sejahtera.”

3. Mengentaskan Konflik Masyarakat

Jokowi berujar, ”Kuncinya itu ada pada komunikasi. Kalau pemimpinnya kerap mengunjungi masyarakatnya, mengunjungi Papua maka akan ada dialog. Yang dibutuhkan NKRI adalah menjaga keamanan dari Sabang sampai Merauke. Sehingga yang terpenting adalah memberikan kesejahteraan untuk masyarakat.”

4. Membangun Tol Laut

Jokowi mengatakan, “Kita ingin bikin jalan tol laut. Tapi jalan tol laut bukan berarti jalan tol di atas laut. Maksudnya itu kapal besar dari ujung barat Sumatera sampai ujung Timur di Papua yang terus berkeliling. Kalau sekarang ini, misalkan semen di Jawa 50 ribu, di Papua bisa satu juta. Kenapa? Karena ongkos angkutnya, dengan tol laut itu bisa diatasi.”

5. Renegosiasi Perusahaan Asing Di Papua

Jokowi mengatakan, ”Yang namanya kontrak mesti tetap harus dihormati, saya tidak sampaikan nama perusahaannya. Sekali kita tidak hormati kontrak kita tidak dipercaya siapapun. Kalau itu sudah habis ya dihitung lagi, dikalkulasi, direnegosiasi kembali untuk sebesarnya keuntungan negara dan rakyat. Asal ada komunikasi yang baik antara ketua adat, ini harusnya pendekatan komunikatif. Memang peperangan di Timika, Himalaya bisa diselesaikan kembali jika masyarakat adat diajak bicara.”

6. Terapkan Pertanian Modern Di Papua

“Pemerintah akan menggerahkan segenap kemampuan dengan menggandeng petani dan pengusaha sehingga target dapat tercapai yakni 1,2 juta hektar lahan pertanian dengan panen tiga kali setahun terwujud,” kata Jokowi di Merauke, seperti dilansir Antara. Pengelolaan sawah nantinya tidak lagi dilakukan secara manual namun seluruhnya menggunakan mesin mulai dari tanam hingga panen. Pola yang akan diterapkan diklaim merupakan yang pertama di Indonesia. Pemda diminta mendampingi petani untuk mewujudkan alih teknologi. “Saya kasih waktu dua tahun dan perkembangannya akan terus dipantau termasuk pembangunan pengairan atau irigasi serta penggunaan air bawah tanah,” kata Jokowi.

7. Akses Jaringan Internet

Presiden Joko Widodo meresmikan infrastruktur sistem jaringan tulang punggung pita lebar Sulawesi Maluku Papua (SMPCS), di Manokwari, Papua Barat, bulam Mei lalu. SMPCS yang dicanangkan oleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) adalah pembangunan jaringan serat optik dengan panjang total 8.772 kilometer menghubungkan kawasan Timur Indonesia. “Saya harap dengan adanya infrastruktur serat optik yang saat ini tersambung sampai Papua Barat, semua warga Papua bisa menikmati yang namanya Wi-Fi, jaringan internet, semua bisa dinikmati tanpa terkecuali, sama seperti di Wilayah Barat dan Timur Indonesia.” kata Jokowi.

8. 65 Persen Kuota Seleksi PNS untuk Orang Papua

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi menyatakan, “Dengan sistem kuota, kami menawarkan 65 persen formasi yang hanya akan diisi oleh putra-putri Papua, selebihnya yaitu 35 persen berasal dari daerah lain yang melamar di daerah Papua. Kalaupun kebanyakan yang lulus dari luar orang Papua, itu dibatasi hanya 35 persen saja. Formasi Papua yang tak terisi dibiarkan tetap kosong dan akan diisi pada hasil seleksi berikutnya.”

9. Papua Segera Miliki Sains-Tenchopark

Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi, Mohammad Nasir memastikan, tak lama lagi Papua segera memiliki sains-technopark. “Pembangunannya akan kami mulai tahun ini. Tanggal 10 April mendatang saya akan ke Papua untuk meninjau calon lokasinya, dan juga sumber daya manusianya. Kalau semua berjalan lancer, 2017 semoga sudah bisa beroperasi,” ujar Nasir.

Nasir mengatakan pembangunan sains-technopark di Papua direncanakan mengambil lokasi di Jayapura. Proyek tersebut merupakan bagian dari program 100 sains-techopark yang dicanangkan Presiden Jokowi. Sains dan teknologi di Papua juga dimaksudkan untuk mempersiapkan sumber daya manusia guna mendukung proses hilirisasi produk inovasi hasil riset ke dunia industri. “Nantinya setiap daerah akan memiliki kekhususan yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masing-masing. Di Papua akan kami fokuskan pada penguasaan teknologi di bidang pengolahan pangan dan kayu,” katanya.

10. Pembangunan Real Estate

Pemerintah berencana bakal membangun real estate di Sorong, Papua Barat demi memercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Staf Ahli Menteri BUMN bidang Kebijakan Publik Sahala Lumban Gaol mengatakan perekonomian provinsi ini sedang tumbuh. Namun, Papua Barat masih perlu pembangunan infrastruktur agar potensi ekonomi daerah bisa maksimal digarap. “Dalam rencana kami di Kementerian BUMN, kami mendengar perekonomian Papua Barat sangat tumbuh. Papua membutuhkan infrastruktur yang bisa baik. Potensi ekonomi di Papua Barat dan Timur harus di eksplorasi. Kini, kami merencanakan akan berinvestasi di area ini, seperti pembangunan real estate di Papua,” ujar Nasir.

11. KRL di Papua

Presiden Jokowi berjanji menjalankan proyek Kereta Rel Listrik (KRL) di Papua. Ia memerintahkan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan untuk studi pembangunan proyek Kereta Rel Listrik (KRL) di Papua. Dia berharap, studi tersebut bisa cepat selesai. Menurut Jokowi sesudah studi lapangan kelar, akan segera dimulai pembangunan rel keretanya.  “Dari kota di mana dimulai terserah yang penting cepat. Jangan sampai pembangunan di tempat lain ada tetapi di Papua belum,” ukar Jokowi.

Editor: Basil Triharyanto